Keindahan Teluk Balikpapan

Sebenarnya saya sudah pernah mendengar tentang Teluk Balikpapan..

Ngegembel di Singapore , Malacca dan Penang

Akhirnya bisa juga merasakan ke luar negeri untuk pertama kalinya..

Travelicious on March 1... Menuju Bromo

Setelah menanti2 selama 5 bulan akhirnya saya bisa backpackeran lagi...

Bukit Bangkirai Balikpapan

Anda merindukan suasana hutan hujan tropis yang masih alami? Ingin mendengar merdunya kicauan burung...

Melawai... tempat nongkrongnya muda mudi Balikpapan

Jika selama ini Anda mengenal kota Balikpapan sebagai oil city atau kota minyak, tampaknya anggapan tersebut perlu sedikit diubah.

Jumat, 15 Oktober 2010

Menikmati Aneka Masakan Ikan Tuna di Warung Hercules

Menikmati Aneka Masakan Ikan Tuna di Warung Hercules
Warung makan Hercules,  Pogung Kidul No 8 RT 04/ RW 49,
Yogyakarta, telpon 0274-544034

Warung makan Hercules adalah warung makan yang menyajikan menu spesial aneka masakan ikan tuna dan asam pedas kepala kakap.
Warung makan Hercules terletak di Pogung Kidul No 8 RT 04/ RW 49, Yogyakarta, telpon 0274-544034. Lokasi ini terletak persis di sebelah utara selokan mataram [sebelah utara fakultas Teknik UGM].  Restoran ini dimiliki ole BapakHermadi yang dikelola bersama dengan istrinya.


Sate Tuna adalah sate dengan bahan utama ikan tuna untuk menggantikan daging, dihidangkan dengan sambal, mentimun, dan sayur kangkung. Seporsi sate terdiri dari 5 tusuk.
Pepes adalah salah satu makanan tradisional Sunda, biasanya pepes ikan atau pepes ayam. Di warung makan hercules, pepes dibuat dengan menggunakan bahan utama ikan tuna.
Telur goreng adalah ikan tuna yang digoreng dadar dengan menggunakan telur.
Tongseng Tuna  adalah tongseng dengan bumbu khas Jogja dengan menggunakan ikan tuna sebagai bahan baku utama pengganti daging, sementara bumbunya seperti laiknya tongseng daging kambing pada umumnya.
Kami kemudian mulai menikmati makanan kami masing-masing, kami mencoba semua lauk yang dipesan yaitu tongseng tuna, sate tuna, telur goreng dan pepe tuna. Sementara Didit, Indra, Winda dan Ibunya Afa juga menikmati makan siang dengan menu pilihan masing-masing. Menurut saya, sate tunanya enak tidak amis. Pepesnya juga nyamleng, begitu juga dengan tongseng tunanya enak sebagai pengiring makan siang. Dan menurut saya yang paling enak telur ikan tuna goreng.
Setelah selesai makan kami berbincang-bincang ringan, mengenai masalah kuliah, geologi dan kerjaan. Sekitar jam 2, kami pamit karena di rumah ada acara. Akhirnya Winda membayar makan siang kami berlima, habis Rp. 95.000,00, harga yang cukup affordable dengan yang kami nikmati.
Menurut saya,warung makan Hercules merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang layak dikunjungi karena:
1. Menyajikan menu makanan yang exotic dan sehat berbahan baku utama ikan tuna
2. Cita rasa dan kelezatannya tidak kalah dengan masakan ikan di tempat lain.
3. Harganya yang affordable  cenderung murah untuk kualitas, porsi dan citarasa makanan yang sajikan.
4. Lokasinya yang dekat dengan kampus UGM sehingga mudah dijangkau.

Sambal Belut Pak Sabar Bantul

Sambal Belut Pak Sabar Bantul
RM Sambel Welut Pak Sabar,
Jln Imogiri Barat km 6, Dokaran, Tamanan,
Banguntapan, Bantul, telp 08282753770

Warung sambal belut Pak Sabar adalah warung makan yang menyajikan menu ikan air tawar [belut, kutuk dan lele lokal] goreng dengan menu spesial sambal belut tanpa duri yang didirikan oleh Pak Sabar pada tahun 1993.
Warung makan ini terletak di Dokaran, Tamanan, Banguntapan  Bantul. Dari kota Yogya jaraknya sekitar 6 km. Arahnya dari Jln Sisingamangaraja/ jln Imogiri Barat ke selatan sampai bertemu dengan ringroad selatan, masih ke selatan lagi sekitar 1,5 km sampai melewati  dusun Ngoto [Jln Imogiri barat km 6]  kemudian belok ke Timur/ kiri sampai ketemu papan nama Pak Sabar.
Menu yang tersedia di sini yaitu sambal belut, belut goreng, kutuk [gabus] goreng dan lele lokal goreng. Pak Sabar mulai berjualan pada tahun 1993 dengan angkringan di tepi jalan, sambal belut dibungkusi seperti nasi kucing pada umumnya. Namun cara ini hanya bertahan seminggu, kemudian berjualan dengan piring dan sambal di masak sekaligus kemudian ditaruh di panci, ketika ada pembeli tinggal mengambil.
Selengkapnya silahkan baca di ….. 
Semenjak tahun 2003, Pak Sabar berjualan di rumahnya yang terletak 50 m dari jalan. Dan semenjak tahun 2006 menjual sambal belut yang sudah dihilangkan durinya dan sambalnya dimasak ndadak [segera] setelah ada pesanan. Semenjak tahun 2006 ini pulalah warung Pak Sabar mulai naik daun, masuk ke berbagai media cetak dan elektronik, semakin terkenal, sehingga pelanggannya semakin banyak
Saya sampai di rumah Pak Sabar yang sekaligus warungnya jam 9 malam, sudah agak larut untuk makan malam. Ada bebera pembeli lain yang sudah datangdan menikmati makan malam, beruntung masih ada satu meja tersisa untuk kami bertujuh. Kami segera duduk dan memesan makan malam berupa 6 porsi nasi, 5 porsi sambal belut [4 sangat pedas dan 1 sedang pedasnya], 3 porsi belut goreng dan minuman.  Saya memesan susu jahe untuk minumanku, Mas Eka memesan teh jahe, Tami dan Bapak memesan jahe panas, Imam memesan teh manis sedangkan mBak Ungah memesan jeruk tawar.
Begitu menerima pesanan, Bu Sri Umidah [Bu Sabar] segere mbetheti [membersihkan] belut.
Setelah dibersihkan dan dibumbui belut kemudia digoreng. Belut goreng dihidangkan panas-panas setelah digoreng, sementara belut yang digunakan untuk sambal dihilangkan durinya dulu sebelum ditumbuk didalam lumpang.
Dulu, menurut penuturan Bu Sabar, sambal belut diuleg di dalam cobek, dan sekarang diganti dengan ditumbuk di dalam lumpang karena jumlahnya banyak. Dalam sehari, warung ini menghabiskan 10 kg belut mentah yang didatangkan dari Klaten dan Kulonprogo untuk diolah menjadi sambal belut dan belut goreng.
Setelah sambal belut dan belut goreng matang, kemudian dihidangkan di atas meja dari bambu wulung. Selain nasi, sambal belut ditemani lalapan berupa daun ketela rebus, kemangi dan irisan timun.
Seporsi sambal belut, dibuat dari satu ons [100 gr] belut mentah yang dihilangkan durinya dan digoreng, kemudian disambal dengan bumbu [mentah] kencur, cabai hijau, daun jeruk, bawang putih dan garam. Penggunaan bumbu mentah ini membuat sambalnya lebih segar, namun kalau kita tidak suka dengan sambal mentah bisa minta cabainya di goreng. Harga seporsi sambal belut RP. 5.000,00.
Seporsi belut goreng juga terbuat dari 100 gr belum mentah yang dibetheti [dibersihkan] dan dibumbui kemudian digoreng. Biasanya belut digoreng tidak sampai terlalu kering sehingga terasa gurih. Harga seporsi belut goreng juga Rp. 5.000,00
Saya kemudian mengambil sepiring nasi dengan lauk sambal pedas, belut goreng dan lalapan daun ketela serta kemangi. Kami kemudian menikmati makan malam kami masing-masing.
Hawa dingin dan rasa lapar serta suasana yang nyaman membuat kami lahap menikmati makan malam dengan menu spesial ini.
Ketika sedang menikmati makan malam, tiba-tiba Bu Sabar memberitahu kalau Pak Sabar pulang dari pertemuan dusun, dan saya pun kemudian mengajak Pak Sabar foto bersama.
Kemudian saya kembali meneruskan  makan sampai selesai. Menurut saya nasinya empuk, pulen dan porsinya banyak, cocok di lidah saya apalagi dihidangkan panas-panas. Sambal belutnya pedas, rasa kencurnya dominan, rasa pedasnya tidak bertahan lama di mulut, mungkin karena menggunakan cabai mentah. Belut gorengnya besar,digorengtidak kering,  gurih, empuk, bumbunya terasa, enak. Daun kemangi dan daun ketela rebusnya segar. Secara keseluruhan saya sangat  puas dengan makan malam di sini.
Setelah selesai makan, mBak Ungah membayar makan malam kami semua. Untuk makan malam berenam dengan 6 nasi, 5 sambal belut, 3 porsi belu goreng beserta minuman kami menghabiskan Rp. 88.000,00 untuk membayarnya, harga yang sangat murah untuk makan malam yang istimewa dengan menu spesial.
Jam 22.15 kami pulang kembali ke Turi. Sebelum pulang, Afa, Bapak, Tami dan mBak Ungah sempat berfoto-foto di depan warung Pak Sabar.
Menurut saya, warung makan ini layak dikunjungi oleh pecinta kuliner terutama yang menyukai masakan belut dan ikan air tawar, karena:
1. Menyediakan menu istimewa berupa sambal belut dan belut goreng dengan citarasa yang lezat.
2. Pelayananannya cepat dan ramah, saya beberapa kali telpon untuk menanyakan lokasinya dan selalu dijawab dengan ramah.
3. Harganya relatif murah dibandingkan dengan makanan sejenis di tempat lain.
4. Suasananya nyaman dengan nuansa pedesaan. [kom10]
Daftar Harga:
1. Sambel belut : Rp. 5.000,00/ porsi [1 ons]
2. Belut Goreng: Rp. 5.000,00/ porsi [1 ons]
3. Kutuk/ Lele [lokal] Goreng: Rp 40.000,00/kg
Referensi Lain Sambal Belut Pak Sabar:
1. Unagi dan Sambal Belut
2. Belut Sawah di Warung Pak Sabar
3. Sambal Welut Pak Sabar: Sensasi Daging Belut Tanpa Duri

Ketika Gudeg dan Mangut bersatu di Sego ngGeneng mBah Marto

Ketika Gudeg dan Mangut bersatu di Sego ngGeneng mBah Marto
Sego ngGeneng, Dusun Nengahan, Panggung Harjo,
Sewon,  Bantul,
telpon 085292095550
Sabtu 26 Juni 2010, ketika sedang mencari belut dan kepiting di Pasar Sleman, saya ditelpon Mas Eka yang memberitahu kalau dia sekeluarga sudah menunggu kami di rumah. Mas Eka sekeluarga akan mengajak kami makan siang di Warung Sego ngGeneng mBah Marto. Awal tahun 2010, kami sudah datang ke warung ini, sayang belum beruntung menikmati sego nggeneng yang legendaris, tanggal 1 Januari 2010 kami kehabisan dan hari berikutnya tutup.
Warung Sego ngGeneng terletak di Dusun Nengahan, Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul telpon 085292095550. Lokasi ini relatif sulit untuk dicari karena terletak di dalam perkampungan. Dari arah kota Yogya kearah selatan mengikuti Jalan Parangtritis sampai dengan ketemu ISI Jogja dan kantor pos Sewon, kemudian belok ke kanan [barat] sampai ke dusun Nengahan. Warung makan ini dimiliki oleh mBah Martodiryo atau mBah Marto Gowok [80 tahun].
Warung sego nggeneng adalah warung makan yang menyajikan gudeg klasik dengan areh yang tidak kental dan sayuran hijaunya menggunakan daun pepaya yang tidak pahit. Sambalnya berupa sambal kacang tholo yang dimasak pedas dengan menggunakan rambak (krecek ndeso). Sedangkan lauknya berupa tahu, tempe, telur, rempelo ati, yang dimasak dengan bumbu besengek dan mangut lele. Dulunya, mBah Marto menjajakan makanan ini dengan berjualan keliling berjalan kaki di daerah Suryoputran, Gamelan, Pesindenan, Patehan, Rotiwijayan, dan lain-lain. Namun seiring dengan bertambahnya usia, mBah Marto akhirnya menggelar dagangannya di rumah.
Mangut lele merupakan menu lauk andalan di warung ini, karena cara memasaknya yang unik dan rasanya yang khas. Tidak seperti lazimnya mangut di tempat lain yang lelenya digoreng, lele di sini diasapi dulu sebelum dimasak dengan bumbu mangut. Lele ditusuk dengan pelepah daun kelapa (bongkok), ditumpuk dan kemudian diasapi dengan menggunakan sabut kelapa.
Kami berdelapan berangkat dari rumah jam 11.00 menggunakan mobil kijang Mas Eka. Sekitar jam 11.45, setelah menempuh perjalan panjang sejauh 37 km akhirnya kami sampai di Warung Sego ngGeneng mBah Marto. Ketika kami sampai pas jam makan siang, ada beberapa mobil di parkiran yang datang lebih dulu dari kami, salah satu mobil menggunakan plat nomor luar kota. Hal ini tidak mengejutkan kami karena warung ini memiliki banyak pelanggan dari berbagai kalangan di Jogja dan luar Jogja.
Sesampai di rumah mBah Marto yang sekalius juga warungnya, kami menuju ke pawon [dapur]. Pawon merupakan tempat memasak makanan. Di sini makanan dimasak menggunakan keren, tungku berbahan bakar kayu. Pawon mBah Marto relatif sederhana dengan dinding dari batubata yang sudah menghitam karena jelaga. Ada beberapa keren yang dipakai untuk memasak nasi, sayur dan lauk.
Di pawon ini, lauk dihidangkan di atas amben dari bambu yang dialasi tikar. Sementara nasi dan mangut ditaruh di atas meja kecil. Lauk dan sayuran diletakkan di dalam baskom.
Mangut lele merupakan makanan khas daerah Jogja-Solo, biasanya ikan lele goreng dimasak lagi didalam kuah mangut yang pedas. Di warung ini, lelenya tidak digoreng seperti mangut di tempat lain melainkan diasapi. Sebelum diasapi, lele yang sudah dibersihkan ditusuk dengan bongkok [pelepah daun kelapa] dan kemudian diasapi di atas api yang berasal dari sabut kelapa yang dibakar. Penggunaan bongkok yang menghasilkan minyak ketika diasapi membuat lele tidak lengket, sedangkan pengapasan lele menghasilkan daging lele yang kenyal dan masih menyisakan rasa sangit. Setelah diasapi, lele kemudian dimasukkan ke dalam bumbu mangut, seperti bumbu gulai namun pedas dan dipanaskan di atas keren [tungku tanah berbahan bakar kayu] sampai masak.
Kami kemudian menggambil sendiri nasi dan lauk yang kami inginkan. mBah Marto mempersilahkan kami untuk mengambil sesuka hati kami, dia hanya akan bekerja kalau ada permintaan membungkus lauk atau sayuran. Cara berjualan seperti ini, mengambil makanan sendiri merupakan salah satu keistimewaan di warung ini, membuat seolah-olah kita sedang berlibur ke rumah nenek. Setelah mengambil makan kita bisa menikmatinya di ruang depan, di pawon atau di samping rumah.
Makan siangku terdiri dari nasi, gudeg daun pepaya, sambal goreng rambak, mangut lele dan gendhing ayam. Cukup banyak untuk porsi makan siang, namun sejak pagi saya belum sarapan sehingga menggambil porsi makan siang yang agak banyak.
Saya kemudian menikmati makan siangku di atas lincak, kursi panjang dari bambu. Saya menggunakan tangan tanpa sendok untuk makan, seperti kebiasaanku kalau makan di rumah. Nasinya empuk, pulen, bumbu mangut lelenya meresap, dagingnya lembut kenyal, agak pedas dengan kombinasi rasa gurih dan manis. Gudeg daun pepayanya empuk, tidak pahit, cocok sebagai teman mangut dan nasi. Sedangkan gendhing ayamnya juga enak, bumbunya terasa, dagingnya empuk, nyamleng. Yang membuat saya agak kaget adalah sambal goreng rambaknya yang sangat pedas menurut ukuran Jogja, memberikan sensasi rasa yang luar biasa enak. Perpaduan nasi pulen, mangut lele pedas, gudeg pepaya, sambel goreng rambak pedas dan opor gendhing ayam kampung menghasilkan cita rasa makanan yang lezat, membuat saya berpeluh ketika menikmatinya.
Setelah selesai makan kami menghitung semua yang kami makan dan mBah Marto akan menyebutkan harga masing-masing makanan jumlah total yang harus kami bayar. Saya terkejut dengan harga makanan yang terlalu murah menurut saya, seporsi nasi mangut hanya 10.000, dan makanan siangku yang terdiri dari nasi dengan tambahan lauk mangut lele dan gendhing hanya 16.000.
Menurut saya, warung makan sego nggeneng mBah Marto ini wajib dikunjungi oleh pecinta kuliner yang sedang atau tinggal di Jogja, karena:
1. Makanan disajikan dengan cara eksotis, disajikan langsung di dapur dan kita mengambil sendiri makanan sesuai dengan keinginan kita.
2. Menyajikan menu khas sego nggeneng dengan lauk mangut lele yang memiliki cita rasa yang khas dan susah dijumpai di tempat lain.
3. Harga makanannya yang relatif murah, bahkan pembeli dengan nominal kecil seperti 2 ribu atau 3 ribu masih dilayani dengan ramah.
4. mBah Martodiryo memiliki pengalaman panjang dalam menyajikan sego nggeneng dan lauknya dengan citarasa dan kualitas yang terjaga.
Akhirnya, jam 13.00 kami menyelesaikan makan siang di warung sega geneng, dan melanjutkan perjalanan ke Pasar Seni Gabusan dengan membawa pengalaman menikmati makan siang istimewa di warung sego nggeneng.
Daftar Harga:
1. Nasi Gudeg : Rp. 3,000,00
2. Nasi Gudeg + Mangut Lele: Rp. 10.000,00
3. Nasi Gudeg + Mangut Lele + Gendhing: Rp. 16.000,00
Referensi Lain mengenai Sega Geneng:
1. Mbah Martodiryo, Jelaga yang Bikin Kangen
2. Gudeg Geneng Mbah Marto, Persembunyian Mangut Lele

Kamis, 14 Oktober 2010

KULINER SOLO PART II

Manjakan Lidah di Kota Bengawan

Anda berencana liburan akhir pekan ke kota Solo? Jika ya, Anda sudah memilih lokasi yang tepat untuk refreshing. Eksotisme budaya kota Solo tak kalah dengan kota Yogyakarta dan kota lain di Jawa Tengah. Kesan "Jawa banget" sangat melekat di benak para pelancong yang pernah singgah.

Tampaknya daya pikat kota Solo juga menular ke ranah kulinernya. Menu-menu resto hingga lesehan kaki lima tak kan habis jika Anda gemar menjelajahi satu per satu tempat makan di kota Bengawan ini.

Sudahkah Anda merasakan kenikmatan menu ayam dan bebek goreng racikan tangan orang Solo? Sedapnya menu ini sayang jika dilewatkan begitu saja. Salah satu tempat makan yang ramai dipadati pembeli adalah Ayam dan Bebek Goreng Pak Ndut di daerah Kartasura. Pak Ndut menyiapkan menu spesial Bebek Remuk untuk Anda coba. Menu ini terbuat dari daging bebek yang di potong suwir kemudian digoreng crispy. Rasanya renyah, gurih, dan tidak berminyak. Pas jika dicocol dengan sambal korek ekstra pedas ala Pak Ndut.

Tak hanya menu ayam dan bebek, makanan lain yang banyak diburu adalah bakmi ketoprak. Ke mana mencari bakmi ketoprak di Solo yang pas di lidah? Warung Bakmi Ketoprak Yu Nani-lah jawabnya. Meski namanya sama, bakmi ketoprak Solo sangat berbeda dibanding bakmi ketoprak Jakarta. Terutama dari bahannya, jika Mie Ketoprak Jakarta berbahan lontong dengan bihun yang disiram sambal kacang tanah, maka lain dengan bakmi ketoprak di Solo, terdiri atas irisan kubis, sosis, tahu, tempe dan potongan daging dalam kuah kaldu. Di atasnya ditaburkan kacang tanah goreng dan kerupuk karak beras yang diremas-remas. Sejak buka pukul 10.30 hingga tutup menjelang maghrib, warung di pinggir jalan Kartopuran ini tak pernah sepi disambangi pelanggan.

Menu khas Solo lain yang bisa Anda temui adalah bistik. Coba saja Bistik Jowo Mbah Harjo di daerah Pasar Kembang, tepatnya di pinggir Jalan Dr. Rajiman. Hampir serupa dengan Steak, namun Mbah Harjo sukses mengadaptasi dan mengembangkan sedemikian rupa mengikuti selera lokal. Jika biasanya Steak berbahan daging sapi, bistik warung ini terbuat dari lidah sapi atau bahkan brutu(bagian belakang ayam) dan uritan ayam (calon telur yang masih ada di dalam perut ayam). Sebagai pendamping bistik, telah siap sepiring nasi putih pulen yang membuat pembeli kenyang dan puas.

Hal unik yang banyak dicari wisatawan di kota Solo adalah bersantap sambil ditemani alunan suara gending Jawa lengkap dengan pesinden. Nah, Warung Masja yang masih berlokasi di Jalan Dr. Rajiman mungkin bisa menjadi rujukan Anda.

Sambil menyantap brongkos dan garangasem yang menjadi menu andalannya, Anda bakal ditemani serombongan cokek siter dengan pesinden berkebaya yang melantunkan gending-gending Jawa klasik yang akan membuat tetamu liyer-liyer terlena. Brongkos adalah semacam rawon dengan kuah santan tanpa taburan taoge. Kelebihan Brongkos Warung Masja hanya menggunakan daging sapi murni tanpa campuran lemak atau kikil.

KULINER DISOLO

Menu Spesial Solo : Thengkleng Mbok Galak
Sabtu, 4 September 2010 | Tag: Jalan-jalan Solo, Wisata Kuliner Solo
KapanLagi.com - Jalan-jalan ke kota budaya, Solo belum lengkap tanpa menjajal menu khas Solo yaitu Thengkleng. Masakan dari bagian-bagian tubuh kambing ini adalah makanan yang sangat populer di Solo. Salah satu tempat yang menyajikan menu ini adalah Warung Thengkleng Mbok Galak.

Lalu apa sih istimewanya thengkleng ? Sebelum diolah, bagian-bagian tubuh kambing dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya, selanjutnya dimasak dalam kuah santan encer berwarna kekuningan. Kuah santan inilah yang menjadi khas dengan paduan daging thengkleng yang empuk berbumbu pas, gabungan dari lada, aroma jahe, serai, dan bumbu lainnya.

Seporsi thengkleng komplit dipatok Rp18 ribu. Anda bisa memesan campuran bagian-bagian kepala dan kaki bagian bawah atau kikil yang kenyal dan gurih. Ada juga menu spesial Thengkleng sumsum. Saking spesialnya menu ini hanya tersedia 5 sampai 6 piring saja per hari. Thengkleng sumsum terdiri atas ruas tulang kambing yang banyak mengandung sumsum di dalamnya.

Bagi sebagian orang mencicipi thengkleng sumsum merupakan kenikmatan tersendiri, lantaran harus menyedot salah satu ujung tulang sehingga sumsum di dalamnya keluar. Hmmm... rasanya benar-benar jempolan!

Jika Anda yang kurang menyukai thengkleng, masih ada menu lain seperti sate kambing, gule kambing dan tongseng kambing yang tak berbau prengus dan lezatnya juara.

Kamis, 07 Oktober 2010

DARI CATATAN TEMAN.....SEMOGA BERGUNA

Jogja-Bali-Lombok-Gili Trawangan
Awalnya perjalanan ini masih merupakan mimpi dan rencana yang entah kapan terrealisasi. Karena pertimbangan ini-itu. Tapi setiap kali saya membaca blog-blog, buku-buku yang menceritakan pengalaman traveling atau backpacker, selalu bilang kalau kamu mau traveling tapi kebanyakan mempertimbangkan ini-itu (meski ini juga harus) dan berpikir negatif duluan, maka perjalanan tidak akan pernah dimulai. Itulah kenapa, saya memberanikan diri untuk memulai perjalan saya ini. Jadilah saya googling/tanya-tanya sana-sini tentang destinasi ini, bikin itinerary seadanya, berdoa dan berangkat. And finally, here I am. Saya berhasil sampai dan pulang dengan selamat. Dan berikut itinerary nya :

To Bali (Kuta)
Karena trip saya ini mencoba mendapatkan cost as cheapest as I could, jadi dari Jogja saya naik kereta ekonomi dari Sts Lempuyangan-Sts Banyuwangi. Kereta ini cuma ada satu hari satu kali. Nama keretanya Sritanjung, berangkat dari Sts Lempuyangan pukul 07.30 WIB. Dan sampai di Sts Banyuwangi sekitar pukul 22.30 WIB. Terus langsung menuju Pelabuhan Ketapang, ga usah naik ojek, karena jarak stasiun-pelabuhan dekat. Keluar stasiun jalan lurus (-+75mtr) sampai mentok, terus belok kanan (-+50mtr) sampai di Pelabuhan Ketapang. Jangan khawatir kemaleman, karena kapal ferry penyebrangannya ada setiap jam. -+30mnt sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Terus naik bus ke Terminal Ubung Denpasar (-+3jam). Dari Ubung ke Kuta bis naik ojek.
KA Jgj-Bnywngi              35.000
Ferry                               6.000
Bus Gilimanuk-Ubung     25.000
Ojek Ubung-Kuta            20.000
Makan                           20.000
                                   106.000

Di Kuta (Exploring Kuta)
Ngapain di Kuta? Banyak sih, pastinya ke Pantai Kuta, terus selanjutnya saya sewa motor untuk jalan ke GWK dan Tanah Lot. Karena transportasi umum di sini bisa dikatakan jarang, makanya saya memilih untuk nyewa motor. Dua hari di Kuta, saya menginap di Hostel satu malam. Kemudian kemana saya malam berikutnya? Teringat cerita teman saya yang pernah tidur di Pantai karena udah ga ada uang buat sewa kamar, saya jadi pengen nyoba, selain mau ngemat juga sih.
Sewa motor       50.000
Kamar               80.000
Bensin              10.000
Tiket GWK        27.000
Tiket Tanah Lot  10.000
Makan 2 hari     60.000
                      237.000



Ke Senggigi
Tadinya saya mau berangkat ke Senggigi sendiri lewat Pelabuhan PadangBay-Lembar. Tapi dari pengalaman mereka (traveler) yang sudah-sudah bilang bahwa, pelabuhan Lembar kurang ramah sama turis/wisatawan. Untuk bisa menuju Senggigi dari Lembar kita harus menyewa mobil, di sinilah kita akan ditarik sana-sini oleh agen-agen di situ (NB:semoga ini menjadi perhatian Dishub dan Depbudpar,karena Bali-Lombok menjadi wisata unggulan). Karena belum pengalaman sama yang ini, jadilah saya naik “Perama” tour dari kuta-senggigi. Dengan ini kita bisa dapat langsung sampai Senggigi tanpa harus pusing mikirin nyewa mobil di Lembar. Meski sedikit lebih mahal, tapi bila ditotal ga jauh beda kok.
Perama Kuta-Senggigi    150.000
Makan                            25.000
Kamar                            75.000
                                    200.000


Pindah ke Gili Trawangan

Sempat ga jadi karena pas dihitung-hitung, kok mahal. Padahal dompet sudah tipis, takut ga bisa pulang ke Jogja. Karena kalau langsung dari Senggigi ke Pelabuhan Bangsal, budgetnya membengkak. Jadi dengan berat hati nge-delete tujuan ini. Tapi saat di bemo ketemu orang lokal yang baik banget (tapi sayang aku lupa tanya namanya) dan mau menunjukkan rute lain menuju Pelabuhan Bangsal dan tentunya lebih murah, tapi harus berganti-ganti angkot. Dengan semangat dia menjelaskan rutenya. Tapi memang dasar otak saya yang daya ingat kurang kuat, jadilah saya lupa, lagian ga mudah mengingat nama-nama tempat dimana saya harus turun dan naik, ini Lombok, jadi nama-namanya cukup asing di telinga saya. Untunglah dia belum turun. Jadilah saya Tanya lagi rutenya dan saya catat biar ga lupa lagi. Ni dia rutenya. Dari Senggigi naik bemo ke Ampenan, trus nyambung naik bemo lagi ke Rembiga. Turun di Rembiga, naik engkel (begitu masyarakat lokal menyebut mini bus ini) yang menuju Sembalun. Tapi kita kita tidak menuju Sembalun. Cukup bilang sama kondekturnya untuk turun di Bangsal. Setibanya di bangsal, kita naik sejenis andong (kalau di Jogja) ke pelabuhannya. Beli tiket Boat ke Gili (terserah, mau ke Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air atau Ketiganya, ketiganya sama-sama MANTAP!!)
Bemo Senggigi-Ampenan              3.000
Bemo Ampenan-Rembiga              3 000
Engkel Ampenan-Bangsal            10.000
Andong Bangsal-Pelabuhannya      3.000
Tiket Boat to Gili Trawangan         10.000
Sewa alat Snorkling                     15.000
                                                  44.000


Saatnya Pulang ke Jogja
Sebenarnya terlalu cepat untuk meninggalkan Lombok. Cuma apa mau dikata, keuangan sudah krisis, jadi saatnya pulang. Berharap pulang bisa dengan mulus dan sampai di Jogja tepat waktu dan segera bergumul dengan bantal,guling dan kasurku di kost, yah tapi apa mau dikata. Tak semua jalan itu lurus. Nyebrang dari Gili Trawangan-Lombok-Bali-Banyuwangi sih lancer-lancar ajah. Eh malah setiba di pulau Jawa saya ketinggalan kereta. Dari Gili Trawangan naik boat balik ke Bangsal, terus naik andong menuju jalan raya,naik engkel lagi, tapi kali ini dengan rute berbeda. Kalau mau langsung ke Pelabuhan lembar saya harus turun di Bartheis. Dari bartheis ke Pelbuhan sebenarnya ada mobil L300 atau bemo dengan biaya -+15.000. Cuma saat itu saya terpaksa harus mengejar keberangkatan Ferry yang sore, jadilah saya ngojek (25rb). Kalau tidak, saya harus naik ferry yang jam 8 malam. -+4-5 jam sampai di PadangBay, Bali. Naik bus ke Gilimanuk, Nyebrang lagi ke Banyuwangi. Ternyata kereta Sritanjung menuju Jogja sudah berangkat jam 6 pagi. Saya kira jadwalnya sama seperti Jogja-Banyuwangi, jam 7.30. tapi apa mau dikata, saya terpaksa naik KA Bisnis ke Surabaya, berharap bisa menyambung dari Gubeng-Lempuyangan. Tapi rencana tinggal rencana, KA nya berangkta terlambat satu jam. Lagi-lagi untuk yang kedua kalinya saya ketinggalan kereta. Sialnya lagi, kereta menuju Jogjakarta baru ada besok pagi (-+jam 10). Berhubung financial tidak mendukung untuk menginap di penginapan,tidur di stasiun jadi satu-satunya solusi. Saya kira tidur di stasiun itu bebas, taunya tengah malam, para security berkeliling dan ngececk semuanya. Setiap yang tidur di stasiun ditanyain KTP-nya dan dipegang security, baru bisa diambil besok pagi. “wah bagus juga nih sistemnya” batin saya. Ternyata keesokan harinya, saat mengambil KTP si security minta uang administrasi. Haduh, kalau begini sama aja gwe kayak nginap di penginapan. Ya meski ga banyak sih, cuma 2rb perak. Hehe
Tiket boat Gili – Bangsal                 10.000
Andong pelabuhan-jalan raya             3.000
Engkel Bangsal-Bartheis                 10.000
Ojek Bartheis-Lembar                     25.000
Ferry Lembar-PadangBay                31.000
Bus Padang Bay-Gilimanuk             45.000
Ferry Gilimanuk-Banyuwangi             6.000
KA Bisnis to Gubeng SBY               60.000
KA Gubeng SBY-Jogja                    22.000
Makan                                           50.000
                                                   262.000
Total    Rp 849.000

Jumat, 01 Oktober 2010

TEMPAT WISATA KOTA SOLO

Tawangmangu

Tawangmangu adalah sebuah nama daerah di kaki Gunung Lawu. Sudah tentu udara di tempat ini masih segar dan suhu udara dingin terutama di malam hari. Panoramanya indah dengan bukit-bukit dan ladang petani yang memberi warna hijau sejuk. Sebuah tempat ideal untuk kita melepas lelah dan refreshing.
Tawangmangu terletak kabupaten karanganyar atau sekitar 36 KM arah timur Kota Solo. Tawangmangu mudah dijangkau dari Kota Solo. Ada bus umum yang hampir tiap 30 menit siap mengantar anda dari terminal Tirtonadi Solo. Di sepanjang perjalanan menuju Tawangmangu kita akan melihat pemandangan yang indah di kanan kiri. Semakin deket ke kawasn tersebut jalananya makin mendaki dan berkelok-kelok seperti puncak bogor. dan udara makin dingin khas daerah pegunungan.
Sejak lama memang kawasan Tawangmangu ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi banyak turis. Terutama turis domestik. Alam yang indah dan udara sejuk memang selalu menarik hati orang untuk berkunjung ke tempat wisata yang masih banyak dihuni oleh monyet-monyet liar.
Ada tips supaya pengunjung tidak diganggu oleh monyet-monyet liar itu. salah satunya dalah jangan menjinjing barang bawaan seperti tas atau atau makanan saat anda melintas di sekitar mereka. Monyet-monyet tersebut akan mendekati anda. Dan saat anda lengah mereka akan merebut serta mebawa nya lari ke pepohonan. Disarankan untuk mendekap barang bawaan seperti tas di dada.
Ada beberapa tempat yang patut disinggahi jika kita melancong ke kawasan yang banyak monyet liarnya ini. Tempat-tempat tersebut antara lain :
Pertama Grojogan Sewu. Air terjun sewu ini bisa dikatakan sebagai salah aikon dari wisata di Tawangmangu ini. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga. Sambil menikmati keindahan alam di lokasi tersebut kita bias beristirahat sambil menyantap hidangan sate ayam atau sate kelinci bersama keluarga. Ada juga kolam renang bagi yang ingin bererang , tentu saja airnya lebih dingin dari kolam renang yang ada di kota.
Kedua Cemara Sewu. Cemara Sewu adalah tempat wisata di lereng gunung lawu yang juga indah dan menarik untuk dikunjungi.
Ketiga Puncak Gunung Lawu . Gunung lawu memang menantang untuk didaki. Track pendakian gunung lawu jelas sehinga memudahkan para pendaki untuk mencapai puncak. Dan yang paling disukai para pecina alam adalah keindahan puncak lawu. Dari puncak tersebut kita bisa melihat danau saraqngan dan gugusan gung lain di jawa timur.
Camping ground, Bagi mereka yang suka camping, di Tawangmangu juga ada tempat berkemah yang bagus.
Disini juga ada pasar tradisional tempat kita membeli buah, sayuran segar dan souvenir.
Sumber : kotasolo.info
Pandawa Water World Solo Baru

SEBUAH objek wisata kelas dunia segera diresmikan di Kawasan Solo Baru, Sukoharjo. Objek wisata yang diberi nama Pandawa Water World (PWW) ini letaknya hanya 1 kilometer dari Kota Solo arah selatan. Bila dari Jl Tanjung Anom, Solo menuju ke arah selatan, dalam waktu beberapa menit, pengunjung akan sampai di lokasi
Investasi untuk membangun PWW ini tak tanggung-tanggung. Menelan biaya sekitar Rp 50 miliar. ”Dana sebesar itu belum termasuk harga tanah seluas 2,7 hektare,” ujar Komisaris PT Pondok Solo Permai, Kunto Harjono.
Ditambah dengan rencana perluasannya, dana yang akan dikucurkan bisa dua kali lipat. Taman dunia air ini bukan kolam renang biasa, melainkan kolam renang dengan aneka permainan, yang lebih bersifat petualangan. Pengunjung objek wisata ini diharapkan bukan saja turis domestik, tapi juga mancanegara.
Memasuki objek wisata ini, pengunjung langsung menatap dunia pewayangan dalam ukuran raksasa. Patung pandawa lima yang dibangun untuk memperindah pemandangan dibuat dalam ukuran besar. Kresna setinggi 37 meter nampak gagah menghiasi gua buatan yang di bawahnya yang dikitari genangan air kolam.
Di sebelah kanannya, Satria Pringgodani Raden Gatotkaca dalam posisi terbang seakan turun dari angkasa. Di depan Gatotkaca, Bima alias Sena menggenggam gada Rujakpolo seolah-olah siaga menghadapi musuh.
Tak jauh dari Bima, sang Arjuna dengan wajah lembut namun selalu waspada, siap melepas anak panah dari busurnya.
Modern-Tradisional
Ya, sesuai namanya, Pandawa Water World, Pandawa Lima diabadikan di sana. Melihat hiasan dalam kolam renang itu, terjadi perpaduan antara unsur modern dan tradisonal. Sebuah pembangunan tanpa meninggalkan unsur budaya. Pengunjung tak sekadar bermain dalam dunia air, tetapi melakukan apresiasi terhadap dunia pewayangan.
PWW yang menurut rencana 18 Desember soft opening, fasilitasnya antara lain surving boogie, yakni ombak buatan layaknya gelombang di lautan. Di sini pengunjung bisa melakukan olahraga selancar sambil tiduran. ”Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Managing Director Rejo Megah Makmur Engineering Semarang, Johanes Lukman Lukito, desainer dan kontraktor proyek itu.
Juga ada yang disebut lazy river. Ini fasilitas bersantai, seakan pengunjung berada di sebuah sungai yang panjangnya sekitar 500 meter. Ada pula water slide. Di sini pengunjung dapat bergembira, berseluncur dalam bak meliuk-liuk sepanjang 137 meter.
Masih ada lagi yang disebut black hole. Yang ini permainan air dalam pipa besar berkelok-kelok, lalu berakhir dengan terjun di kolam.
Bagi yang suka tantangan terjun dari ketinggian, disediakan Bungy Tower atau menara loncat. Dari menara setinggi 47 meter ini mereka yang gemar tantangan terjun dari tempat tinggi, bisa merasakan kenikmatan.
Mengapa objek wisata ini menampilkan tokoh-tokoh pewayangan? ”Supaya anak-anak muda tidak lupa dengan budayanya sendiri. Supaya mereka mencintai wayang, bukan mencintai spiderman atau superman,” kata Johanes.
( sumber Suar Merdeka , 14 Desember 2007 )
Komplek Makam Astana Giri Bangun

Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto yang masih kritis masih menjadi perhatian banyak orang. Astana Giri Bangun, komplek makam yang dipersiapkan sebagai makam keluarga besar Soeharto, pun mendapat perhatian. Berikut ini makam Astana Giri Bangun yang termuat dalam Suara Merdeka 14/1/2007.
Kompleks makam Astana Giribangun di lereng barat Gunung Lawu, tepatnya di Desa Karangbangun, Matesih, Karanganyar sangat megah dan luas. Makam di atas sebuah bukit itu dibangun tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Pura Mangkunegaran Surakarta. Jika Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut (dpl), Giribangun pada 666 meter dpl. Bukan tanpa alasan kenapa lokasi kedua kompleks makam itu bersebelahan, mengingat Ibu Tien Soeharto selama ini mengaku keturunan Mangkunegoro III.
”Ada jalan atau lorong tembus yang menghubungkan kedua kompleks Bahkan Giribangun disebut sebagai makam yang dikhususkan untuk keluarga Mangkunegaran yang makam itu. Lorong itu hanya boleh dilewati orang-orang tertentu dan hari-hari tertentu pula,” kata salah seorang pekerja makam.
Kendati kompleks makam sudah mulai dibangun 1974, baru diresmikan penggunaannya pada 1976. Peresmian ditandai dengan pemindahan abu jenazah Soemaharjomo (ayahanda Tien Soeharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien).
Kompleks makam Astana Giribangun terdiri dari tiga bagian. Yakni Cungkup Argosari, Cungkup Argokembang, dan Cungkup Argotuwuh. Cungkup Argosari seluas 81 meter persegi merupakan Bangunan utama dan berada di dalam ruangan tengah. Bangunannya dilindungi cungkup rumah bentuk joglo beratap sirap dengan dinding rumah dari kayu berukir.
Di ruang tersebut direncanakan hanya untuk makam lima badan. Untuk posisi sekarang ini, makam Ibu Tien Suharto berada paling timur. Tepat di sebelahnya terdapat tempat “cadangan”, kelak diperuntukkan bagi Pak Harto, kalau sudah meninggal. Di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling barat adalah makam Siti Hartinah. ”Tempat bagi Pak Harto sudah dilubangi dengan ukurannya. Untuk sementara tempat cadangan itu ditutup tanah. Nanti kalau mau dipakai, tanahnya tinggal diangkat lagi,” ujar Sukirno.
Di Cungkup Argosari juga terdapat emperan seluas 243 meter persegi. Emperan itu direncanakan untuk makam 12 badan. Rencananya untuk anak-anak dan para menantu Soeharto. Selain emperan, ada pula selasar cungkup seluas 405 meter persegi. Selasar itu terdapat areal untuk 48 badan. Selasar ini untuk makam penasihat, pengurus harian serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg yang mengelola pemakaman itu.
Selanjutnya adalah Cungkup Argokembang. Cungkup yang berada di bagian luar lokasi utama seluas 567 meter persegi itu tersedia tempat bagi 116 badan.
Di lokasi itu untuk makam para pengurus pleno dan seksi Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang dianggap berjasa kepada yayasan dan mengajukan permohonan untuk dimakamkan di tempat itu.
Terakhir adalah Cungkup Argotuwuh. Lokasinya berada paling luar dan luasnya 729 meter persegi.
Di Argotuwuh tersedia tempat bagi 156 badan. ”Sama seperti di Argokembang, di Argotuwuh menurut rencana yang dimakamkan adalah para pengurus Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang mengajukan permohonan.”
Di samping bangunan untuk pemakaman, terdapat pula sembilan bangunan pendukung lainnya.
Di antaranya adalah masjid, rumah tempat peristirahatan bagi keluarga Soeharto jika berziarah, kamar mandi bagi peziarah utama, tandon air, gapura utama, dua tempat tunggu atau tempat istirahat bagi para wisatawan, rumah jaga dan tempat parkir khusus bagi mobil keluarga. Di bagian bawah, terdapat ruang parkir yang sangat luas.
Pintu utama Astana Giribangun berada di sisi utara. Sementara sisi selatan berbatasan langsung dengan jurang yang di bawahnya mengalir Kali Samin.
Sungai yang berhulu dari Tawangmangu itu berkelok-kelok dan indah dipandang dari kompleks makam.
”Kompleks Astana Mangadeg dan Astana Giribangun tidak hanya untuk wisata ziarah, tapi juga untuk wisata alam,” kata Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar, IA Joko S
Sumber : kotasolo.info
Pasar Malam Ngarsapuran

Pasca Revitalsiasi Kawasan Ngarsapuran yang berada di jalan Diponegoro Solo diiproyeksikan jadi sebuah pasar malam. dengan letaknya yang strategis, antara Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ronggo warsito , diharapkan Pasar malam Ngarsapuran bisa menjadi icon wiasta baru kota bengawan. NIlai lebih pasar malam ini adalah dekat dengan pasar antik windu jenar, pasar elektronik dan Pura mangkunegaran. Menurut rencana night market yang buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 22.00 tersebut akan dihuni 344 pedagang yang dipayungi 86 tenda. Satu tendanya berisi empat pedagang. Namun untuk sementara ini baru berdiri 70 tenda dengan jumlah pedagang 280 orang. ( suara Merdeka )
Gladag Langen Bogan(GALABO)

Walikota Solo Joko Widodo meresmikan Gladag Langen Bogan Solo , MInggu ( 13/4) malam. Gladag Langen Bogan merupakan Pusat jajanan malam ( wisata kuliner malam ) yang terletak di Jalan Mayor Sunaryo atau sisi selatan benteng Vastenburg.
kotasolo.info
Taman Satwa Taru Jurug

Salah satu objek wisata paling populer di Solo adalah Taman Satwa Taru Jurug ( TSTJ ). TSTJ terletak di bagian timur kota Solo, tepatnya di pinggir sebelah barat Sungai Bengawan Solo. Apa yang menarik dari TSTJ ini? Yuk kita tengok taman yang akan menjadi BUMD ini.
Di TSTJ ini terdapat kebun binatang yang dahulu merupakan koleksi kebun binatang bon raja Sriwedari. Karena perkembangan dan perubahan tata kota kebon binantang di taman sriwedari dipindah ke Taman Jurug ini. Diantara binatang yang dipindh tersebut adalah gajah bernama Kiai Anggoro.
Selain itu dini terdapat taman bermain anak atau kids play ground. DI taman bermain ini para pengunjung yang datang bersama anak-anak bisa menunggang gajah atau sekedar bermain ayunan dan lain-lain.
Di tengah-tengah taman ini terdapat sebuah danau dimana para pengunjung bisa mengarunginya dengan menumpangi perahu yang ada. Atau bisa juga memancing ikan di danau ini.
Acara hiburan yang rutin diadakan pengelola adalah musik campursari dan dangdut. Acara tahunan yag menjadi andalan TSTJ adalah Grebeg Syawal yang disi dengan acara larung agung Jaka Tingkir yang menggambarkan perjalanan Jaka Tingkir mengarungi Sungai Bengawa Solo.
TSTJ buka setiap hari mulai jam tujuh pagi sampi dengan jam 5 sore. Harga tiket masuk TSTJ untuk golongan : Anak Rp. 3000,- untuk hari biasa . hari libur harga tiket naik menjadi Rp. 4000,- . Untuk golongan orang dewasa harga Tiket : Rp. 6000,- untuk hari biasa dan Rp. 7000,- pada hari libur.
Denah TSTJ ini bisa di lihat di www.tamanjurug.com/peta/Peta_Jurug.swf
Di bagian utara Taman jurug ini,dahulu merupakan arena balap moto cross. Pada jaman dahulu pembalap asal bandung, Popo Hartopo, sangat populer di Kota Solo karena sering berjaya di aren balap moto cross.
Taman jurug ini pertama kali dididirkan dan dikelola Tahun 1975 yang dikelola oleh PT. Bengawan Permai. namun karena masalah biaya dan pengelolaan yang tidak profesional sehingga kondisi taman ini sangat memprihatinkan. Hingga akhirnya Pemkot Solo mengambil alih pengelolaan dan anakn menjadikannya sebagau BUMD berbentuk PT.
kotasolo.info
Museum Radya Pustaka

Di kota Solo terdapat sebuah museum sejarah dan budaya yang bernama Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia yang didirikan pada masa pemerintahan Paku Buwono IX tepatnya tanggal 28 oktober 1890 oleh kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV. Raden Adipati Sosrodidingrat IV adalah patih Pakubuwono IX dan Paku Buwono X.
Pada saat itu museum berada di dalam komplek dalem kepatihan. Untuk lebih memudahkan diakses oleh lebih banyak orang pada tanggal 1 januari 1913 musim ini dipindahkan ke lokasinya yang sekarang yaitu di Gedung Museum Radya Pustaka ( kompleks Taman Sriwedari ) jalan Slamet Riyadi. Gedung tersebut dulunya adalah tempat tinggal Johannes Buseelar, seorang warga negara Belanda.
Museum Radya Pustaka dikelola oleh Yayasan Paheman Radyapustaka Surakarta dan dibentuk pada tahun 1951. Presidium pertama dibentuk pada tahun 1966 dan diketahui oleh Go Tik Swan atau juga dikenal dengan nama K.R.T Hardjonagoro
kotasolo.info
Mesjid Laweyan Dan Makam Ki Ageng Henis
Masjid Laweyan merupakan masjid tertua di Laweyan, yang dididikan tahun 1546 Masehi. Menilik tahun bedirinya, mesjid ini dibangun sebelum Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya menjadi Sultan Pajang antara tahun 1568-1582.
Masjid Lawayan dibangun oleh Ki Ageng Henis. Ki Ageng Henis adalah Putra dari Ki Ageng Sela yang masih keturunan Raja Brawijaya yang berarti masih keturunan raja-raja Majapahit. Ki Ageng Henis inilah yang kemduian menurunkan raja-raja dinasti mataram islam.
Lahan mesjid Laweyan dulunya merupakan sanggar dari Ki Ageng Beluk. Ki Ageng Beluk adalah seorang murid dari Ki Ageng Henis yang masuk islam. Maka tak heran jika Lokasi Masjid ini disebut Kampung Belukan. Versi lain menyebutkan kampung itu diberi nama belukan karena kampung ini dulu menjadi seperti pesantren dimana selalu ada kegiatan menanak nasi untuk makan para santri sehingga selalu keluar asap dari dapur pesantren dan disebutlah wilayah ini sebagai Kampung Belukan (beluk = asap).
Dibelakang masjid terdapat komplek makam kerabat keraton pajang, kartosura dan Surakarta. Pintu gerbang makam dibangun pada masa Sunan Paku Buwono X dan didigunakan untuk ziarah ke makam dan hanya digunakan 1 kali saja karena 1 tahun setelah kunjungan itu beliau wafat.
Beberapa orang yang dimakamkan di tempat itu antara lain adalah :
Kyai Ageng Henis
Paku Buwono II
Permaisuri Paku Buwono V
Pangeran Widjil I Kadilangu ( pujangga Keraton Surakarta )
Nyai Ageng Pati
Nyai Pandanaran
Prabuwinoto anak bungsu dari Paku Buwono IX.
Kyai Ageng Proboyekso
Ki Ageng Beluk
Di makam ini terdapat tumbuhan langka Pohon Nagasari yang berusia lebih dari 500 tahun yang merupakan perwujudan penjagaan makam oleh naga yang paling unggul. Selain itu pada gerbang makam terdapat simbolisme perlindungan dari Betari Durga. Makam direnovasi oleh Paku Buwono X bersamaan dengan renovasi Keraton Kasunanan. Sebuah bangunan semacam pendapa yang diangkat dari pindahan Keraton Kartasura.
Benteng Vastenberg

Benteng megah di tengah Kota Bengawan ini, sekarang tinggal seongok bangunan yang tak berharga dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat. Dalam konteks morfologi perkotaan, benteng itu memiliki peranan penting yakni pusat hubungan Solo-Semarang. Kota Solo dalam periode XVIII-XIX, sebagai pusat perdagangan dan ditandai perkembangan kota kolonial. Uniknya, perkembangan ini tercipta dalam nuansa kekuasaan tradisionalistik Kerajaan Kasunanan Surakarta. Sisa-sisa artefak yang jadi bukti simbol perkotaan masih dapat ditemukan di sekitar benteng, di antaranya Gereja St Antonius, bekas gedung Javasche Bank, kantor pos, rumah Residen, jalan raya poros lurus Solo-Semarang, permukiman Eropa, dan Societet Harmoni.
Tipologi kota kolonial identik ditengarai adanya sebuah benteng. Belanda merias kota sejak era Kerajaan Kartasura. Waktu itu, urusan di wilayah kekuasaan raja pribumi ikut menjadi perhatian Belanda, misalnya keamanan, perniagaan, permukiman, tata kota dan kebijakan (stelsel). Di utara benteng, dulu kala digunakan sebagai tempat mangkal kapal-kapal dagang dari segala penjuru.
Wujud pengendalian, Belanda memfungsikan benteng ini untuk pengawasan aktivitas orang pribumi dan nonpribumi (Arab, China, dan Eropa). Pembatasan pembauran atau interaksi berbagai golongan penduduk di Solo menjadi masalah vital Belanda. Dalam catatan De Graaf, tertulis bahwa sebelum benteng Vastenberg berdiri, sudah ada benteng yang menjadi sarana pengawasan dan tempat militer, yakni Benteng Grodenmodenheit. Terbukti, sekitar tiga tahun lalu ditemukan meriam laras panjang oleh penggali pipa di dekat Telkom.
Residen Belanda bermarkas di kawasan benteng, di bawah komandan Gebernur Jenderal Belanda di Semarang. Pembentukan sumbu timur-barat adalah wajah dari jalan raya Solo-Semarang. Tak pelak, semua persoalan di Solo cepat terdengar di telinga Gebernur Jenderal di Semarang. Contohnya, geger pecinan abad XVIII, yang diakibatkan orang-orang China mengamuk yang akhirnya dapat teratasi dan dikejar sampai ke Jawa Timur. Ini tak lain berkat adanya pengawasan dalam benteng.
Pemetaan atau desain kolonial cukup jelas di Kota Bengawan walau dalam pengaruh kuat praja kejawen dari simbolisasi Kerajaan Jawa. Sebagai pembuktian, infrastruktur transportasi rel kereta api jurusan Wonogiri-Solo, di selatan benteng, mampu memotong konsep praja kejawen yaitu pandangan spiritual raja dari atas Pergelaran ke arah lurus utara Tugu Pemandengan.
Bila kita menyimak nilai-nilai historis Benteng Vastenberg, sepertinya tak rela melihat benteng ini rapuh dan rusak. Coba kita menyempatkan melongok ke dalam benteng, yang kita temukan hanyalah puluhan kambing yang sibuk makan rerumputan. Memang ironis, hanya benteng di Solo saja yang tergerus punah karena ulah tangan-tangan jahil, padahal beberapa benteng peninggalan kolonial Belanda di kota lain sudah menjadi aset wisata dan museum.
( sumber kompas, Selasa 5 Desember 2006 )
Sangiran

Sangiran adalah sebuah tempat atau situs manusia jaman purba. Pada tahun 1936 seorang ahli paleoantropologi bernama Dr. Von Koenigswald menemukan sekumpulan fosil mansuia purba lengkap di Sangiran ini. Fosil tersebut diperkirakan berumur 1,5 juta tahun.
Selain fosil manusia purba tersebut, ditemukan pula peralatan yang digunakan manusia purba pada masa itu seperti kapak batu dan lain-lain. Di kemudian hari ditemukan pula fosil-fosil binatang purba.
Menurut penelitian Sangiran awalnya adalah sebuah bukit yang dikenal dengan sebutan ”Kubah Sangiran”. Kubah itu kemudian tererosi pada bagian puncaknya sehingga membentuk sebuah depresi. Pada depresi itulah, tersingkap lapisan-lapisan tanah secara alamiah. Dari sinilah para ahli mendapatkan informasi yang sangat lengkap tentang kehidupan masa lampau
Sejak tahun 1977 Pemerintah telah menetapkan Sangiran sebagai kawasan cagar budaya melalui surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 070/0/1977, tertanggal 5 Maret 1977. Komite World Heritage Unesco juga menetapkan Sangiran sebagai kawasan warisan dunia atau World heritage No. 593
Luas wilayah situs yang sudah mendapat pengakuan internasional ini, kurang lebih 56 km2 yang mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Kalijambe, Gemolong dan Plupuh serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
DI sini juga terdapat sebuah Museum Purbakala Sangiran. Museum ini memiliki kurang lebih 13.086 fosil tetapi yang dipamerkan hanya 2.931, sisanya sebanyak 10.875 lagi masih disimpan di gudang. Untuk melihat koleksi ini kita hanya perlu membayar Rp 1500, murah kan.
Sangiran yang terletak di kabupaten Sragen , bisa dicapai dengan mudah dari Kota Solo. Hanya kurang lebih 17 KM arah utara atau jurusan Purwodadi.