Keindahan Teluk Balikpapan

Sebenarnya saya sudah pernah mendengar tentang Teluk Balikpapan..

Ngegembel di Singapore , Malacca dan Penang

Akhirnya bisa juga merasakan ke luar negeri untuk pertama kalinya..

Travelicious on March 1... Menuju Bromo

Setelah menanti2 selama 5 bulan akhirnya saya bisa backpackeran lagi...

Bukit Bangkirai Balikpapan

Anda merindukan suasana hutan hujan tropis yang masih alami? Ingin mendengar merdunya kicauan burung...

Melawai... tempat nongkrongnya muda mudi Balikpapan

Jika selama ini Anda mengenal kota Balikpapan sebagai oil city atau kota minyak, tampaknya anggapan tersebut perlu sedikit diubah.

Rabu, 01 Februari 2012

KEMALA BEACH.... Resto Pinggir Pantai




Kemala Beach atau lebih dikenal dengan Pantai Polda yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan Selatan, adalah salah satu objek wisata pantai favorit yang berada di dalam kota.


Pantai Kemala Diresmikan oleh Ketua Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim Hayati Indarto pada tanggal 26 Agustus 2007.
Untuk dapat masuk kawasan pantai yang dikelola Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim, tiap pengunjung cukup mengeluarkan uang Rp 500. Atau, jika menggunakan kendaraan cukup membayar parkir sebesar Rp 1.500. Sangat murah bukan???



Tujuan utama masyarakat kota Balikpapan berkunjung ke Pantai Kemala Beach and Resto karena tempat wisata tersebut letaknya tidak jauh dari pusat kota juga keberadaan pantai tersebut sangat mudah untuk dijangkau.

Memasuki kawasan pantai Polda, Kita akan dimanjakan dengan suasana teduh dari pepohonan yang rindang dan asri yang dapat menarik perhatian . Sampai terik matahari tak terasa karena keindahan yang dimilikinya..




Juga adanya empat resto di sana. yang menawarkan aneka kuliner dari bermacam-macam daerah dan masakan khas Eropa. Keindahan yang diberikan Resto terlihat sangat eksotik dan elegen karena diberikannya nuansa Bali sehingga pengunjung merasa berada seperti di Bali. 




Tidak hanya terpuaskan diperut, tetapi mata pun terpuaskan dengan pemandangan yang menakjubkan, Belasan meja makan tertata rapi tepat menghadap bibir pantai.
Pengunjung pada umumnya datang dari kota sendiri maupun luarkota seperti dari Samarinda, Tenggarong, bahkan ada dari Kutai dan lain-lain. 



Mereka tampak bercengkerama di pinggir pantai, Ada yang berenang ada pula yang sekedar duduk di gazebo yang disediakan, sambil menikmati pemandangan hamparan pasir pantai yang putih yang terjamin lingkungan kebersihannya.
 


Pengunjung mulai banyak berdatangan ketika waktu beranjak sore. Sebab, pantai semakin indah karena ditunjang dengan pemandangan langit jingga, sambil menikmati sunset (Matahari Terbenam).



TERITIP....Penangkaran BUAYA di Balikpapan




Ingin mencoba wisata yang sedikit berbeda ketika anda berkunjung ke kota Balikpapan, Kalimantan Timur? Cobalah untuk mengunjungi penangkaran buaya yang berada di desa teritip. Jaraknya hanya 28 kilometer dari pusat kota Balikpapan.

Menuju Desa Teritip, anda bisa menggunakan mobil dari kota Balikpapan dengan perjalanan selama 30 menit. Sedangkan bila anda langsung berangkat dari Bandara, waktu tempuhnya hanya 20 menit. Mobil pribadi, taksi bandara, maupun angkutan kota lainnya, dapat mengantarkan wisatawan domestik dan mancanegara ke sana setiap saat. Apalagi penangkaran ini buka setiap hari dari senin hingga minggu.


Sekitar 1.450 ekor buaya bisa kita saksikan atraksinya setiap hari. Di penangkaran buaya Tritip ini, pengunjung bisa melihat dari dekat gerak gerik kehidupan hewan yang bisa hidup di dua alam itu. Wisatawan bisa melihat buaya buaya itu berebut makanan, maupun kemesraan pasangan buaya di dekat kamar bertelurnya.

Pengunjung dapat langsung memberikan makan berupa ikan dan ayam hidup kepada buaya yang ditangkar. Momentum pada saat buaya buaya berebut makanan selalu menjadi hal yang menarik perhatian pengunjung. Kalau jadwal pemberian makanan buaya hanya dua kali dalam seminggu dan pengunjung bisa membeli satu ekor ayam seharga Rp. 10.000,- untuk kemudian langsung memberikan makan buaya buaya yang ditangkar.

Ribuan buaya itu ditangkar dalam puluhan kandang di areal seluas lima hektar. Jenis buaya yang dapat ditangkar antara lain buaya muara (crocodylus porosus) yang paling dominan dan dua jenis buaya langka yaitu buaya air tawar (crocodylus siamensis) dan buaya supit (tomistoma segelly).


Selain bermain bersama buaya, di Teritip setiap akhir minggu pengunjung bisa menikmati sate buaya. Sate yang dijual seharga Rp. 3.000,- per tusuknya ini dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Bahkan, alat kelamin buaya atau tangkur juga dijual dengan harga Rp. 400.000,- hingga Rp.700.000,- Tidak puas rasanya bila berkunjung ke penangkaran buaya Teritip, Balikpapan tanpa oleh oleh. Karena itu, disediakan juga aneka hasil dari buaya, seperti dompet, tas, ikat pinggang, dan tali jam, yang semua cocok untuk souvenir. Bagi kaum pria yang menginginkan kesehatan prima, tersedia juga ramuan tangkur buaya

Melawai... tempat nongkrongnya muda mudi Balikpapan



Jika selama ini Anda mengenal kota Balikpapan sebagai oil city atau kota minyak, tampaknya anggapan tersebut perlu sedikit diubah. Ternyata Kota Balikpapan tidak hanya menyimpan kekayaan minyak di perut buminya, namun juga menyimpan beragam obyek wisata yang elok sehingga patut dijadikan sebagai referensi liburan Anda. Sebut saja Pantai Manggar Segarasari, Hutan Lindung Sungai Wain, Taman Agro Wisata, Pantai Lamaru, Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan, Penangakaran Buaya, Pantai Banua Patra, dan masih banyak lainnya.
Di antara obyek wisata yang telah disebutkan di atas, ada satu obyek wisata menarik yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Balikpapan. Obyek wisata tersebut adalah Pantai Melawai. Lokasinya yang terletak di tepian jalan raya dan sejalur dengan Pantai Banu Patra, Pelabuhan Semayang, serta kawasan kilang minyak Balikpapan, membuat Pantai Melawai menjadi tujuan wisata yang cukup populer bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Pantai Melawai juga dikenal sebagai ikon tempat berkumpulnya muda-mudi Balikpapan.
Pantai Melawai merupakan tempat strategis di Balikpapan untuk melihat proses tenggelamnya matahari di ufuk barat. Mengingat kondisi geografis Kota Balikpapan yang menghadap ke timur atau Selat Makassar, tampaknya hampir mustahil mendapat tempat yang baik untuk melihat sunset. Namun, anggapan itu ditepis dengan keberadaan Pantai Melawai yang terletak di teluk kecil sehingga memungkinkan melihat terbenamnya matahari. 

B. Keistimewaan
Bercengkerama bersama sanak keluarga maupun sahabat sembari menikmati suasana sore di Pantai Melawai akan menjadi pengalaman liburan yang tak terlupakan. Di tempat ini ada banyak penjual makanan yang mengusung konsep lesehan dengan pemandangan laut lepas. Berbagai makanan dijual di tempat ini, mulai dari camilan ringan hingga makanan berat. Jangan lupa Anda harus mencoba menu khas tempat ini, yakni jagung bakar, sekoteng, dan pisang gapit yang disajikan bersama saus gula merah serta parutan keju. Sembari menikmati makanan, Anda dapat menyaksikan pemandangan kapal yang sedang lego jangkar dan menurunkan muatan di pelabuhan, atau kapal yang sedang berlayar di Teluk Balikpapan.

Pantai Melawai di Kala Senja

Nuansa khas Melawai begitu kental terasa saat matahari yang bersinar di balik awan berlahan-lahan terbenam. Diiringi suara debur ombak yang memecah di batu karang dan bunyi kendaraan yang melintas, semuanya menciptakan pesona senja yang kontras namun memikat. Tak lama berselang akan terlihat pemandangan yang lebih indah, yakni kerlap-kerlip cahaya warna-warni yang bertaburan di tengah laut. Tak lain tak bukan itu adalah lampu kapal yang lalu lalang di Pelabuhan Semayang maupun lampu-lampu rig yang berada di laut lepas Balikpapan. Selain itu, tampak pula pemandangan cerobong minyak yang mengeluarkan flare gass.
Semakin malam suasana di sekitar Pantai Melawai bukannya semakin sepi, melainkan semakin ramai. Pengunjung biasa memadati kawasan ini hingga pukul 24.00 WITA. Penjual makanan pun semakin banyak. Oleh karena itu, Pantai Melawai menjadi pusat kuliner Balikpapan di malam hari dan juga pusat berkumpulnya anak-anak muda.

Penjual Makanan di Pantai Melawai

Tak begitu jauh dari Pantai Melawai ada sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Tukung yang kerap juga disebut dengan nama Pulau Babi. Dilihat sepintas pulau ini mirip dengan Tanah Lot Bali. Jika air laut sedang surut, Anda dapat berjalan kaki menuju pulai kecil nan menawan tersebut. Di Pulau Tukung ada banyak biota laut yang terperangkap di balik karang. Ada juga kepiting yang berlomba-lomba masuk ke celah jika ada orang yang datang. Bagi anak-anak kecil hal tersebut menjadi pemandangan tersendiri yang menggembirakan. Namun, jika air laut sedang pasang, Anda tidak akan bisa berjalan menuju pulau tersebut.

Pulau Tukung

C. Lokasi
Pantai Melawai terletak di antara Pelabuhan Semayang dan Pantai Banua Patra, tepatnya di pinggir Jalan Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.
D. Akses
Akses menuju Pantai Melawai terbilang mudah. Hal ini dikarenakan Pantai Melawai terletak tidak begitu jauh dari kompleks Pertamina. Dari pusat kota Balikpapan, Pantai Melawai hanya berjarak sekitar 3 km. Untuk mengunjungi pantai ini Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika Anda menggunakan kendaraan umun, Anda dapat menggunakan angkutan kota nomor 6 (warna biru) dari pusat Kota Balikpapan.
E. Harga Tiket
Untuk menikmati pesona Pantai Melawai, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun guna membayar tiket masuk. Hal ini dikarenakan Pantai Melawai terletak di tepian jalan utama Kota Balikpapan, sehingga semua kendaraan bisa melewati jalan tersebut dan melihat keindahan Pantai Melawai. Pantai Melawai biasanya ramai dikunjungi mulai pukul 19.00 รข€“ 24.00 WITA.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Fasilitas yang ada di sekitar Pantai Melawai terbilang lengkap. Mulai dari hotel, restauran, tempat karaoke, arena olahraga (Lapangan Merdeka), bank, rumah sakit, dan berbagai sarana pendukung lainnya semua tersedia. Jika Anda sudah puas menikmati suasana pantai, cukup dengan berkendara 5 menit Anda akan sampai di pusat kota dan dapat menikmati gemerlapnya Balikpapan.

Desa Pampang.... Desa Budaya di Kalimantan Timur

Desa Budaya Pampang

Jika Anda berkunjung ke Provinsi Kalimantan Timur, khususnya ke Kota Samarinda, sebaiknya Anda mengunjungi Desa Budaya Pampang. Di desa ini Anda dapat melihat kehidupan keseharian suku asli Kalimantan รข€“ Suku Dayak Kenyah, dan atraksi kesenian tradisional mereka yang khusus dipertontonkan kepada wisatawan.
Desa Budaya Pampang terletak tidak jauh dari Kota Samarinda. Desa ini merupakan kawasan cagar budaya yang memperlihatkan kesenian serta kebudayaan, dan menjadi tempat tinggal masyarakat suku Dayak Kenyah. Ada kisah yang cukup panjang yang melatarbelakangi berdirinya Desa Pampang sebagai kawasan permukiman masyarakat Dayak Kenyah dan desa budaya.
Sekitar tahun 1967, ada tujuh orang Suku Dayak yang berasal dari Desa Long Liis, Apokayan, Kabupaten Bulungan, yang berjalan kaki dari utara menuju selatan menyusuri Sungai Mahakam. Ketujuh orang tersebut adalah Jawi Ngau, Petingai, Taman Bulan, Taman Juli, Taman Ana, Palejo, dan Bit Imang. Masing-masing dari mereka membawa anggota, sehingga keseluruhan anggota rombongan berjumlah 35 kepala keluarga.
Dalam perjalanan itu, mereka seringkali singgah di satu tempat, kemudian mulai bertani dan tinggal di tempat tersebut untuk waktu yang cukup lama. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun. Pada akhirnya mereka sampai di kawasan Pampang sekitar tahun 1973 dan memutuskan untuk menetap di kawasan itu, karena mereka menganggap Pampang bagus sebagai tempat bercocok tanam. Setelah eksodus itu berakhir, Pampang pun tumbuh menjadi kawasan permukiman yang permanen.
Wajah-wajah Penduduk Desa Pampang

Pada tanggal 19 Juni 1991, H.M. Ardans yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kalimantan Timur mencetuskan ide menjadikan kawasan Pampang sebagai obyek wisata budaya. Ide ini berangkat dari terlihatnya kekhasan komunitas Dayak kenyah yang ada di Pampang serta akses yang cepat dan mudah menuju Pampang dari Kota Samarinda. Akhirnya terbentuklah konsep Desa Budaya Pampang yang dikoordinasikan langsung di bawah Dinas Pariwisata Tingkat II Kotamadya Samarinda. Meskipun dikenal dengan nama Desa Budaya Pampang, desa ini belum memiliki status desa definitif.
Sebagai salah satu obyek wisata unggulan yang ada di Samarinda, kawasan ini sudah memiliki nama yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan utamanya pada hari Minggu. Hal ini dikarenakan tiap hari Minggu sore, masyarakat Dayak kenyah yang tinggal di Desa Budaya Pampang mengadakan pertunjukan kesenian tradisional.

B. Keistimewaan

Berada jauh dari tanah leluhur bukan berarti melupakan semua adat istiadatnya. Hingga saat ini, masyarakat Desa Pampang masih tetap taat memegang dan menjalankan tradisi leluhur. Setiap tahun masyarakat Dayak Kenyah di Pampang selalu melaksanakan Upacara Pelas Tahun atau upacara ucapan syukur kepada pencipta atas hasil panen yang baik.  Upacara Junan yang sudah berumur ratusan tahun pun masih setia dihelat. Junan adalah ritual mengambil gula dari batang tebu dengan cara diperas memakai kayu ulin. Jika Anda beruntung datang di saat yang tepat, Anda dapat menyaksikan upacara tersebut.
Bagi Anda yang hanya memiliki waktu singkat untuk melihat kesenian dan kebudayaan Dayak, maka Anda disarankan untuk mengunjungi Desa Budaya Pampang pada hari Minggu sore. Setiap Minggu, masyarakat Dayak Kenyah penghuni Desa Pampang selalu menggelar pertunjukan budaya. Ada berbagai macam tarian dan atraksi yang dipentaskan, antara lain Kancet Lasan, Kancet Punan, Kancet Nyelama Sakai, Enggang Terbang, Manyam Tali, dan masih banyak lagi.

Pertujukan Kesenian Khas Dayak Kenyah

Pertunjukan seni budaya ini selalu dilaksanakan di bangunan Lamin Adat (rumah adat suku Dayak) yang terletak tepat di tengah Desa Pampang. Bangunan Lamin yang megah dan penuh dengan ukir-ukiran khas Dayak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung. Biasanya Lamin ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk mengambil foto.

Balai Lamin Adat, Rumah Adat Suku Dayak

Setiap kali dilaksanakan upacara adat ataupun pertunjukan reguler tiap minggu, tidak hanya para penari yang mengenakan pakaian adat. Namun seluruh penduduk Desa pampang mengenakannya, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini tentu saja menjadi nilai tersendiri yang menjadikan Desa Pampang sebagai obyek wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca. Setelah menyaksikan pertunjukan, Anda dapat berkeliling Desa Pampang untuk melihat keseharian masyarakat Dayak secara dekat.

C. Lokasi

Desa Budaya Pampang terletak sekitar 20 km dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju Desa Budaya Pampang terhitung mudah dan cepat. Untuk mencapai lokasinya, wisatawan dapat berangkat dari Kota Samarinda atau Kota Bontang. Dari Samarinda, perjalanan ke desa ini dapat ditempuh sekitar 40 menit. Sedangkan dari Bontang, Anda akan memerlukan waktu lebih banyak, kurang lebih 2 jam perjalanan melewati jalan raya Samarinda-Bontang. Meskipun belum pernah mengunjungi Desa Pampang, Anda tak usah khawatir tersesat atau salah arah, karena ada banyak penunjuk arah menuju Desa Budaya Pampang.

E. Harga Tiket

Untuk dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang dilaksanakan masyarakat Desa Pampang Anda cukup merogoh kocek Anda sebanyak Rp 5.000,00. Bagi Anda yang ingin berfoto dengan penduduk lokal yang mengenakan pakaian adat, Anda harus membayar biaya tambahan yang berkisar Rp 15.000,00 hingga Rp 25.000,00.
Diluar pertunjukan yang dilakukan untuk upacara tertentu, pertunjukan budaya di Desa Pampang dilaksanakan setiap hari Minggu mulai pukul 13.00 รข€“ 15.00 WITA. Pertunjukan ini hanya dilaksanakan sekali. Disarankan Anda tidak datang terlambat supaya tidak melewatkan pertunjukan.

F. Akomodasi dan Fasilitas lainnya

Selain menikmati pertunjukan tari-tarian suku Dayak Kenyah, wisatawan dapat membeli berbagai suvenir khas buatan tangan penduduk Desa Pampang. Harga suvenir tersebut bervariasi tergantung ukuran barang dan tingkat kerumitan proses pembuatannya. Pengelola desa adat ini juga menyewakan baju tradisional Dayak Kenyah kepada wisatawan. Dengan membayar Rp 15.000,00, Anda dapat berfoto mengenakan baju adat tersebut dengan latar belakang rumah panggung atau Lamin yang unik dan penuh dengan ukir-ukiran.

Berbagai Macam Suvenir Khas Desa Pampang

Setelah mengunjungi obyek wisata Desa Budaya Pampang, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Air terjun Tanah Merah Indah atau Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda. Jika Anda ingin segera beristirahat, Anda dapat kembali ke Kota Samarinda. Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur itu tersedia cukup banyak hotel dan penginapan, rumah makan, serta berbagai fasilitas pendukung yang memadai.

Selasa, 31 Januari 2012

BUNAKEN... Surga di Bawah Laut

Pernahkah Anda  membayangkan menjadi putri duyung? Berenang bersama penghuni laut, bergerak mengikuti irama ombak? Di Taman Laut Bunaken  Anda akan menemukan “putri duyung” yang sebenarnya sekaligus melihat kekayaan laut Indonesia.  
Bunaken berada di Teluk Manado dengan luas 8,08 km², terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Bunaken merupakan bagian dari pemerintahan kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Taman laut di sekitar Bunaken adalah bagian dari Taman Nasional yang juga termasuk laut sekitar pulau Manado Tua yaitu Siladen dan Mantehage.
Di dalam Taman Laut Bunaken, pengunjung dapat melihat berbagai kehidupan laut yang menakjubkan penuh warna-warni. Untuk mencapai taman laut ini, Anda dapat menggunakan perahu motor. Perjalanan dari Manado memakan waktu sekitar 40 menit. Biaya masuk adalah Rp 25.000,00/orang.
Perairan Laut Bunaken memungkinkan orang dapat dengan jelas melihat berbagai biota laut. Ada 13 jenis terumbu karang di taman laut ini yang didominasi oleh bebatuan laut. Pemandangan yang paling menarik adalah terumbu karang terjal vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.
Manjakan mata Anda dengan 91 jenis ikan yang ada di Taman Laut Bunaken, diantaranya merupakan ikan kuda gusimi lokal (Hippocampus), koi putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (spilotocepsep hinephelus dan hypselosoma Pseudanthias), nila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.
Penyelam juga bisa menemukan moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), dan tunikates atau askidian.
Bagi Anda yang menyukai scuba diving maka tempat ini merupakan tempat yang paling baik. Terdapat sekitar 20 titik penyelaman, dimana para penyelam akan mendapat kesempatan berenang di dasar laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.
Pastikan Anda megunjungi Bunaken selama waktu terbaiknya yaitu antara bulan Mei hingga Agustus. Di bulan inilah Anda bisa menjelajahi keseluruhan taman laut yang indah ini..

Transportasi 

Di Bunaken seakan surga bawah laut terletak, di bawah teluk Manado dengan keindahan flora dan fauna yang ada.  Untuk mencapai Manado, ada pilihan maskapai penerbangan yang melayani rute tersebut, baik dari Jakarta, Denpasar, Makassar dan Sorong. Dari Jakarta, Anda bisa memilih Garuda Indonesia yang terbang dua kali sehari, Lion Air sebanyak 3 kali sehari dan Batavia Air dua kali sehari, perjalanan memakan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan.
Pulau Bunaken sangat mudah di capai dari Manado dengan kapal motor. Berangkat dari pelabuhan Manado, Molas, Kalasey, dan Pantai Ria Tasik. Kapal feri dari Manado ke Bunaken berangkat sekitar pukul 14.00 (tergantung pada pasang surut air laut).


Akomodasi

Di pulau ini Anda bisa memilih penginapan dengan harga mulai dari Rp 40,000,00 per orang per hari, termasuk fasilitas penuh. Beberapa operator selam di Bunaken menawarkan akomodasi lebih mahal tentunya dengan fasilitas memadai.
Anda juga dapat memilih tinggal di hotel di kota Manado dan kemudian memesan paket harian ke Bunaken. Biasanya berangkat pagi hari dan kembali di sore hari. Lihat direktori hotel berbintang di Manado.


Tips

Tanda masuk dan tiket dapat dibeli melalui operator wisata bahari di Manado dan di Taman Nasional Bunaken.Anda juga dapat membeli di salah satu dari tiga counter tiket di Bunaken dan desa-desa Liang di pulau Bunaken dan Siladen.

Anda harus menyadari bahwa selama musim pengunjung antara  Juli dan Agustus biasanya akan sangat ramai. Banyak resor dan operator selam tidak akan dapat menerima wisatawan masuk pada waktu itu karena sudah penuh dipesan. Oleh karena itu, lebih baik melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Untuk tempat persewaan kapal dari Manado menuju Bunaken Anda dapat memilih Pasar Bersehati dan Marina. Sewa kapal dari Pasar Bersehati Manado ke Bunaken dengan tarif antara Rp 300 ribu - Rp 400 ribu. Sedangkan jika dari Marina tarif yang berlaku lebih mahal yakni sekitar Rp 600 ribu - Rp 800 ribu. Cara lebih ekonomis adalah bergabung bersama wisatawan-wisatawan lainnya dengan menumpang kapal tradisional bertarif Rp 50 ribu per orang. Hanya saja mesti menunggu tempat duduk di atas kapal penuh dulu baru berangkat.

Cobalah untuk menyewa peralatan dari perusahaan besar yang dapat diandalkan  tapi ingat, bahwa tanggung jawab untuk memeriksa perlatan tetap ada pada diri Anda sendiri.

Jika Anda adalah petualang sejati, tentunya tidak akan melewatkan untuk melanjutkan petualangan bahari di Raja Ampat dan Pulau Wayag, di Papua.

Senin, 30 Januari 2012

Bukit bangkirai Balikpapan

Canopy Bridge
Anda merindukan suasana hutan hujan tropis yang masih alami? Ingin mendengar merdunya kicauan burung dan suara-suara sejati satwa di hutan liar? Kiranya Bukit Bangkirai adalah tujuan wisata Anda kali ini. Lokasinya berada di Km 38, tepat di  Jalan Raya Soekarno-Hatta, Balikpapan-Samarinda. Inilah kawasan wisata alam berupa hutan alami yang masih asli seluas 1.500 hektar.

Bukan hanya ekowisata yang akan Anda nikmati tetapi sekaligus juga sarana pendidikan lingkungan dan kehutanan, termasuk kepedulian kepada flora dan fauna. Bukit Bangkirai merupakan kawasan yang berperan penting dalam mengembangkan hutan tropika basah di Kalimantan sebagai paru-paru Bumi.

Di sini, Anda yang menyukai tantangan maka wajib mencoba meniti Jembatan Tajuk yang digantung (canopy bridge). Jembatan ini merupakan daya tarik tersendiri saat berkunjung ke Bukit Bangkirai. Rasakan sensasi berjalan di atas jembatan setinggi 30 meter. Jembatan Tajuk terbuat dari kabel, dasarnya papan dan berdinding jala-tali nilon di kiri dan kanannya. Ketinggian jembatan sekitar 30 meter dengan panjang 64 meter. Jembatan ini menghubungkan 5 pohon Bangkirai yang masing-masing jarak pohon satu dengan lainnya sekitar 10 hingga 15 meter.
Jembatan Tajuk di Bukit Bangkirai merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksi jembatan tersebut dibuat di Amerika Serikat dengan standar keamanan bagi pengunjung. Dibangun tahun 1998, Jembatan Tajuk dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi antikarat sehingga kuat 15 sampai 20 tahun.

Desiran angin yang menggoyang Jembatan Tajuk akan membuat Anda berdebar-debar. Sesaat, lemparkan pandangan ke bawah dan sekelilingnya maka akan mendapatkan panorama hutan hujan tropis yang menakjubkan hijaunya.
Kawasan Wisata Bukit Bengkirai diresmikan pada 14 Maret 1998 oleh Menteri Kehutanan saat itu, Ir. Djamalluddin Suryohadikusumo. Di kawasan yang luas ini diperlengkapi dengan pondokan (shelter) untuk istirahat dan makan, tempat pengamatan satwa liar, jungle cabin, dan mini canopy bridge yang merupakan bangunan bernuansa alam dan berada di dalam hutan. Ada pula sarana olahraga, perkemahan, serta aktivitas outbound. 
Di kawasan ini dapat Anda temui pohon bangkirai mendominasi yang umurnya rata-rata lebih dari 150 tahun. Pohon tersebut menakjubkan menjulang ke langit setinggi 40 hingga 50 meter dengan diameter 2,3 meter. Pertumbuhan banir (akar papan) yang besar dan kuat menjadikan pohon ini begitu megah. Pohon bangkirai merupakan maskot utama Kawasan Wisata Bukit Bengkirai sekaligus menjadi nama kawasan hutan ini.

Jenis fauna yang ada di kawasan Bukit Bangkirai adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), babi hutan (Susvittatus), owa-owa (Hylobates muelleri), beruk (Macaca nemestrina), lutung merah (Presbytus rubicunda), bajing terbang (Squiler), serta rusa sambar (Corvus unicolor).

Bukit Bangkirai juga kaya dengan beragam anggrek yang tumbuh alami baik di pohon yang masih hidup maupun pohon yang sudah mati. Sedikitnya ada 45 jenis anggrek di kawasan ini, diantaranya adalah anggrek hitam (Coelegyne pandurata) yang merupakan maskot Kalimantan Timur. Selain kebun anggrek, kawasan wisata alam ini juga dilengkapi kebun buah-buahan seluas 4 hektar.

Transportasi
Kawasan Wisata Bukit Bengkirai berada di areal PT. Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman Industri (UMHTI). Secara administratif terletak di Kecamatan Samboja. Lokasinya sekitar 20 km dari ibu kota Kecamatan Samboja, 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda, dan sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan. Anda dapat menempuhnya melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Akomodasi

Tersedia 5 cottages dan restaurant di kawasan ini. Bangunannya bergaya rumah adat panggung dengan fasilitas yang lengkap. Di sini juga terdapat rumah panjang yang dapat di pergunakan untuk ruang serba guna berbentuk rumah adat khas Dayak dengan kapasitas 50-70 orang.
Bila Anda datang dalam rombongan maka sekitar 300 meter sebelum Jembatan Tajuk, tersedia penginapan berupa rumah panggung dari kayu yang disewakan. Harga sewanya bervariasi mulai dari Rp400.00,-
Anda yang merasa pencinta alam maka ber-camping di kawasan ini akan sangat cocok sekali. Tersedia lapangan berumput datar berukuran kira-kira 20 X 50 meter dan telah dipagari kayu. Lokasi tersebut cocok untuk mendekat pada alam.

Kuliner
Hidangan lokal berbahan sea food adalah yang umum dikenal di Balikpapan. Kepiting bakar saus lada hitam dan kepiting soka goreng dengan saus sambal pedas patut Anda coba rasakan nikmatnya. Kepiting Soka adalah kepiting kulit lembut sehingga Anda dapat memakan kulitnya. Kepiting ini disajikan dengan dilapisi tepung, telur, gula, bawang putih, lada dan garam sebelum di goreng. Air kelapa segar adalah minuman penutup hidangan kepiting tersebut. Masyarakat setempat percaya bahwa air kelapa akan menyeimbangkan kadar kolestrol. Beberapa restoran sea food terkenal yang menyediakan jenis makanan ini adalah adalah Dandito, Kenari atau Bonting. Hidangan laut lainnya adalah pepes patin dan ikan laut bakar.


Tips
  • Jalan menuju Jembatan Tajuk tidak begitu melelahkan tetapi demikian Anda perlu memiliki stamina dan konsentrasi sebelum naik melewatinya. Anda akan menaiki menara yang dibuat berputar seperti halnya rolling door. Anak tangga menara ini berjumlah 139 lembar papan tebal dan jika Anda lelah maka boleh istirahat. Setiap putaran tersedia lantai dasar, sekaligus tepat untuk lokasi berfoto dengan latar belakang pepohonan besar menghijau. Saat melintas jembatan yang bergoyang sedikit maka berpeganglah kokoh pada kabel besi penyangga jembatan.
  • Pengelola akan melarang wisatawan melintasi Jembatan Tajuk apabila angin bertiup kencang melebihi kecepatan 30 km per jam.

GREEN CANYON versi PANGANDARAN




Green Canyon bukanlah Grand Canyon Amerika, Tapi Green Canyon Pangandaran. Green Canyon yang awalnya disebut "Cukang Taneuh", bahasa Sunda untuk menyebut jembatan Tanah, karena disini ada jembatan yang lebarnya 3meter terbuat dari tanah berada di atas tebing kembar di tepi sungai. Keajaiban alam yang spektakuler ini tentu tidak akan Anda temui di tempat lain. Nama Green Canyon diyakini berasal dari seorang turis Perancis yang datang ke lokasi Green Canyon sekarang pada tahun 1993. Karena air dan lumut berwarna hijau yang berlimpah maka wisatawan itu memberikan nama Green Canyon. Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat, sekitar 31 Km atau 45 menit berkendara dari Pangandaran.




Ketika Anda tiba di pintu masuk utama dan area parkir Green Canyon, Anda akan melihat banyak perahu kayu yang populer disebut "ketinting" berbaris cantik di tepi sungai. Perahu-perahu inilah yang akan membawa Anda ke Green Canyon dengan ongkos Rp75.000,00 per orang. Sistem pengaturan perahu sangat terorganisir, setelah Anda membayar ongkos Anda akan menerima nomor dan akan mendapat giliran sesuai dengan nomor yang Anda terima.

Ketinting kemudian akan membawa Anda menyusuri sungai, membelah hijaunya air dan perahu akan menciptakan gelombang kecil di setiap sisinya. Ketika Anda berada di dalam perahu, Anda akan melihat pemandangan indah pepohonan di tepi sungai, dan kadang-kadang ular atau kadal akan melompat ke sungai, atau muncul ke permukaan air. Ketika perahu melambat pemandangan yang  mencengangkan tepat di depan mata Anda. Tebing tinggi kembar berdiri di setiap sisi sungai, dengan stalaktit dan stalagmit, air yang jernih dan Anda mungkin akan berpikir bahwa ini adalah Taman Eden. Air mengalir turun dari setiap sisi tebing menciptakan suara gemuruh air terjun. Jika air tidak sedang pasang, Anda bisa berjalan di bawah gua besar ini dan mengagumi kedua tebing besarnya. Pakaian Anda pasti akan basah kuyup, jadi tidak ada ruginya jika Anda sekalian berenang dan merasakan kesegaran airnya. Melompat dari tebing yang cukup tinggi kedalam air merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Hal yang paling nyata dari Green Canyon adalah tempatnya yang sangat bersih. Tidak ada sampah makanan ringan atau bungkus rokok mengambang dan bertebaran di sekitar tebing.

Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Pangandaran, menjadikan Green Canyon sebagai destinasi wisata di pangandaran yang sulit untuk dilewatkan begitu saja. "Sepotong surga di bumi” begitulah yang digambarkan mereka yang datang ke Green Canyon. Sebuah keajaiban Alam tersembunyi di balik semak-semak tebal dan pepohonan hutan Pangandaran. Green Canyon adalah rahasia indah dan spektakuler yang tersembunyi di Pangandaran.

Transportasi

Dari Bandung atau Jakarta, rute utama adalah menuju Pangandaran. Anda bisa pergi dengan pesawat kecil, bus, atau menyewa mobil. Jika Anda menggunakan transportasi umum, dari Terminal Pangandaran Anda dapat mengambil minibus yang menuju ke Terminal Cijulang. Dari terminal Cijulang, perjalanan diterus dengan Ojek yang mudah ditemukan.

Tips
  • Jangan lupa membawa baju ganti.
  • Jangan lupa membawa tas kering untuk melindungi barang berharga Anda seperti telepon seluler, kamera, dll.
  • Membawa kamera atau perekam gambar jelas merupakan suatu keharusan, karena Anda jarang menemukan keindahan seperti ini.
  • Gunakan sepatu yang nyaman karena bebatuan di Green Canyon licin.
  • Jangan lupa membawa beberapa makanan dan minuman, karena akomodasi makanan hanya ada di pintu masuk utama.
  • Jangan membuang sampah sembarangan.
  • Green Canyon buka setiap hari pukul 07.00, tetapi pada hari Jumat jam operasional dimulai sekitar pukul 13.00.