Rabu, 01 Februari 2012

Desa Pampang.... Desa Budaya di Kalimantan Timur

Desa Budaya Pampang

Jika Anda berkunjung ke Provinsi Kalimantan Timur, khususnya ke Kota Samarinda, sebaiknya Anda mengunjungi Desa Budaya Pampang. Di desa ini Anda dapat melihat kehidupan keseharian suku asli Kalimantan – Suku Dayak Kenyah, dan atraksi kesenian tradisional mereka yang khusus dipertontonkan kepada wisatawan.
Desa Budaya Pampang terletak tidak jauh dari Kota Samarinda. Desa ini merupakan kawasan cagar budaya yang memperlihatkan kesenian serta kebudayaan, dan menjadi tempat tinggal masyarakat suku Dayak Kenyah. Ada kisah yang cukup panjang yang melatarbelakangi berdirinya Desa Pampang sebagai kawasan permukiman masyarakat Dayak Kenyah dan desa budaya.
Sekitar tahun 1967, ada tujuh orang Suku Dayak yang berasal dari Desa Long Liis, Apokayan, Kabupaten Bulungan, yang berjalan kaki dari utara menuju selatan menyusuri Sungai Mahakam. Ketujuh orang tersebut adalah Jawi Ngau, Petingai, Taman Bulan, Taman Juli, Taman Ana, Palejo, dan Bit Imang. Masing-masing dari mereka membawa anggota, sehingga keseluruhan anggota rombongan berjumlah 35 kepala keluarga.
Dalam perjalanan itu, mereka seringkali singgah di satu tempat, kemudian mulai bertani dan tinggal di tempat tersebut untuk waktu yang cukup lama. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun. Pada akhirnya mereka sampai di kawasan Pampang sekitar tahun 1973 dan memutuskan untuk menetap di kawasan itu, karena mereka menganggap Pampang bagus sebagai tempat bercocok tanam. Setelah eksodus itu berakhir, Pampang pun tumbuh menjadi kawasan permukiman yang permanen.
Wajah-wajah Penduduk Desa Pampang

Pada tanggal 19 Juni 1991, H.M. Ardans yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kalimantan Timur mencetuskan ide menjadikan kawasan Pampang sebagai obyek wisata budaya. Ide ini berangkat dari terlihatnya kekhasan komunitas Dayak kenyah yang ada di Pampang serta akses yang cepat dan mudah menuju Pampang dari Kota Samarinda. Akhirnya terbentuklah konsep Desa Budaya Pampang yang dikoordinasikan langsung di bawah Dinas Pariwisata Tingkat II Kotamadya Samarinda. Meskipun dikenal dengan nama Desa Budaya Pampang, desa ini belum memiliki status desa definitif.
Sebagai salah satu obyek wisata unggulan yang ada di Samarinda, kawasan ini sudah memiliki nama yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan utamanya pada hari Minggu. Hal ini dikarenakan tiap hari Minggu sore, masyarakat Dayak kenyah yang tinggal di Desa Budaya Pampang mengadakan pertunjukan kesenian tradisional.

B. Keistimewaan

Berada jauh dari tanah leluhur bukan berarti melupakan semua adat istiadatnya. Hingga saat ini, masyarakat Desa Pampang masih tetap taat memegang dan menjalankan tradisi leluhur. Setiap tahun masyarakat Dayak Kenyah di Pampang selalu melaksanakan Upacara Pelas Tahun atau upacara ucapan syukur kepada pencipta atas hasil panen yang baik.  Upacara Junan yang sudah berumur ratusan tahun pun masih setia dihelat. Junan adalah ritual mengambil gula dari batang tebu dengan cara diperas memakai kayu ulin. Jika Anda beruntung datang di saat yang tepat, Anda dapat menyaksikan upacara tersebut.
Bagi Anda yang hanya memiliki waktu singkat untuk melihat kesenian dan kebudayaan Dayak, maka Anda disarankan untuk mengunjungi Desa Budaya Pampang pada hari Minggu sore. Setiap Minggu, masyarakat Dayak Kenyah penghuni Desa Pampang selalu menggelar pertunjukan budaya. Ada berbagai macam tarian dan atraksi yang dipentaskan, antara lain Kancet Lasan, Kancet Punan, Kancet Nyelama Sakai, Enggang Terbang, Manyam Tali, dan masih banyak lagi.

Pertujukan Kesenian Khas Dayak Kenyah

Pertunjukan seni budaya ini selalu dilaksanakan di bangunan Lamin Adat (rumah adat suku Dayak) yang terletak tepat di tengah Desa Pampang. Bangunan Lamin yang megah dan penuh dengan ukir-ukiran khas Dayak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung. Biasanya Lamin ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk mengambil foto.

Balai Lamin Adat, Rumah Adat Suku Dayak

Setiap kali dilaksanakan upacara adat ataupun pertunjukan reguler tiap minggu, tidak hanya para penari yang mengenakan pakaian adat. Namun seluruh penduduk Desa pampang mengenakannya, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini tentu saja menjadi nilai tersendiri yang menjadikan Desa Pampang sebagai obyek wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca. Setelah menyaksikan pertunjukan, Anda dapat berkeliling Desa Pampang untuk melihat keseharian masyarakat Dayak secara dekat.

C. Lokasi

Desa Budaya Pampang terletak sekitar 20 km dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju Desa Budaya Pampang terhitung mudah dan cepat. Untuk mencapai lokasinya, wisatawan dapat berangkat dari Kota Samarinda atau Kota Bontang. Dari Samarinda, perjalanan ke desa ini dapat ditempuh sekitar 40 menit. Sedangkan dari Bontang, Anda akan memerlukan waktu lebih banyak, kurang lebih 2 jam perjalanan melewati jalan raya Samarinda-Bontang. Meskipun belum pernah mengunjungi Desa Pampang, Anda tak usah khawatir tersesat atau salah arah, karena ada banyak penunjuk arah menuju Desa Budaya Pampang.

E. Harga Tiket

Untuk dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang dilaksanakan masyarakat Desa Pampang Anda cukup merogoh kocek Anda sebanyak Rp 5.000,00. Bagi Anda yang ingin berfoto dengan penduduk lokal yang mengenakan pakaian adat, Anda harus membayar biaya tambahan yang berkisar Rp 15.000,00 hingga Rp 25.000,00.
Diluar pertunjukan yang dilakukan untuk upacara tertentu, pertunjukan budaya di Desa Pampang dilaksanakan setiap hari Minggu mulai pukul 13.00 – 15.00 WITA. Pertunjukan ini hanya dilaksanakan sekali. Disarankan Anda tidak datang terlambat supaya tidak melewatkan pertunjukan.

F. Akomodasi dan Fasilitas lainnya

Selain menikmati pertunjukan tari-tarian suku Dayak Kenyah, wisatawan dapat membeli berbagai suvenir khas buatan tangan penduduk Desa Pampang. Harga suvenir tersebut bervariasi tergantung ukuran barang dan tingkat kerumitan proses pembuatannya. Pengelola desa adat ini juga menyewakan baju tradisional Dayak Kenyah kepada wisatawan. Dengan membayar Rp 15.000,00, Anda dapat berfoto mengenakan baju adat tersebut dengan latar belakang rumah panggung atau Lamin yang unik dan penuh dengan ukir-ukiran.

Berbagai Macam Suvenir Khas Desa Pampang

Setelah mengunjungi obyek wisata Desa Budaya Pampang, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Air terjun Tanah Merah Indah atau Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda. Jika Anda ingin segera beristirahat, Anda dapat kembali ke Kota Samarinda. Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur itu tersedia cukup banyak hotel dan penginapan, rumah makan, serta berbagai fasilitas pendukung yang memadai.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar